KOTA TUA KOTA YANG DILUPAKAN

KOTA TUA KOTA YANG DILUPAKAN

Kota tua”yang terletak dipusat Ibu kota DKI Jakarta ini, semakin lama semakin terlupakan oleh jaman.Kota peninggalan penjajahan belanda ini semakin tidak terawat.Hal ini dapat kita lihat hampir dari seluruh bangunannya telah ditumbuh lumut, jendela – jendela, pintu – pintu yang sudah rapuh.Padahal kalau kita cermati dari kota tua ini masih banyak terdapat potensi yang harusnya digali lebih dalam lagi sebagai tempat pariwisata, pusat pembelajaran sejarah bagi generasi muda agar mereka tidak melupakan sejarah, walaupun tidak sedikit sejarah yang diputarbalikan oleh segelincir orang untuk kepentingan golongan.

Kembali lagi ke kota tua, kota yang penuh dengan kenangan dan nilai – nilai estetika bangunan yang menganut gaya arsitektur art nouvo.Bangun – bangunannya mempunyai perhitungan beban yang cermat dapat dilihat dari penggunaan kontruksi beton dan penggunaan kolom – kolom atau pilar – pilar yang besar. Para arsitek zaman itu memang mementingkan estetika dan keindahan bangunannya, tetapi mereka tidak melupakan keamanan bagi penggunaanya.Oleh kerena itu untuk memperkuat bangunan tanpa mengurangi nilai estetika dan keindahannya mereka mempergunakan kolom – kolom besar untuk menopang beban yang dipikul oleh bangunan tersebut.

Nilai estetika dari banguan tua ini juga dapat kita lihat dari penggunaan interior yang sebagian besar terbuat dari kayu.kayu yang banyak digunakan yaitu : jati, nangka, cendana dan lain – lain.

Biasanya kayu – kayu ini digunakan untuk pembuatan kursi, meja, tempat tidur, peralatan memasak.Namun ada pula yang menggunakan logam, besi, tembaga untuk pembuatan segala bentuk interior.

Bangunan – bangunan di kota tua ini pada umumnya didominasi oleh konstruksi beton.Karena pada saat itu ialah masa kejayaan dari penggunaan kontruksi beton.Para Arsitek mungkin telah menemukan nilai estetika suatu bangunan yang menggunakan bahan dasar beton.Beton yang bersifat kokoh, kuat dan mudah dibentuk sesuai dengan kehendak, sangat membantu mewujudkan ide – ide kreatif para arsitek yang mungkin tidak bisa diterapkan pada bahan dasar kayu.
Bangunan di kota tua yang menggunkan beton

Akan tetapi para arsitek tidak mungkin meninggalkan bahan kayu.Mereka pun berpikir bagaimana cara menggabungkan antara element kayu dengan element beton.Pada dasarnya kayu dan beton sama – sama berasal dari alam, oleh karena itu mereka dapat menyatukan kedua element tersebut dengan menggunakan warna – warna natural, yaitu :

–                    Krim dengan coklat

–                    Abu – abu dengan coklat tua / hijau

–                    Coklat muda dengan hijau tua.

–                    Dan warna – warna natural lainnya.
Gambar perpaduan element kayu dangan beton dengan penggunaan warna natural.

Perlunya perhatian dari pemerintah untuk merehabilitasikan dan menjaga seluruh bangunan yang berada di kota tua.Tetapi tidak cukup dari pemerintah saja,kita juga perlu menjaganya dari perbuatan  tangan – tangan jahil yang kerap mencuri, mencorat – coret ataupun merusak bangunan – bangunan ataupun fasilitas yang berada di kota tua.
Salah satu bangunan di kota tua yang tidak terawat.
Habis termakan usia.

Oleh karena itu marilah kita jaga dan rawat bersama – sama, agar generasi selanjutnya dapat menikmati dan mempelajari peninggalan sejarah bangsa Indonesia ini.

Wasalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s