Perubahan Bentuk Dalam Arsitektur

Perubahan Bentuk Dalam Arsitektur.

Perubahan bentuk dalam arsitektur dibagi menjadi 3, yaitu :

1.Perubahan Dimensi
2.Substractive (perubahan akibat pengurangan)
3.Additive (perubahan akibat penambahan)

1.Perubahan Dimensi.

Perubahan bentuk dapat terjadi akibat perubahan dimensinya(Ukuran).Dengan ada perubahan ukuran maka sebuah bentukan dapat berubah menjadi besar, kecil, memanjang, memendek dan sebagainya.Perubahan dimensi ini bisa dilakukan dengan cara vertikal, horizontal maupun diagonal.

contoh perubahan dimensi arah vertikal :

perubahan dimensi arah vertikal

conto perubahan dimensi arah horizontal :

perubahan dimensi arah horizontal

contoh perubahan dimensi arah diagonal :

perubahan dimensi arah diagonal

2.Perubahan Subtraktive ( Pengurangan ).

Perubahan secara subtraktive yaitu perubahan bentuk dengan cara mengurangi bentuk itu sendiri melalui pemotongan, pencoakkan dan sebagainya.

contoh perubahan subtraktive secara pemotongan :

subtraktive melalui pemotongan

subtraktive melaui pemotongan

contoh perubahan subtraktive melalui pencoakkan :

subtraktive melalui pencoakkan

3.Perubahan Additive ( Penambahan ).

Perubahan Additive yaitu perubahan bentuk dengan cara penambahan bentuk itu sendiri melalui penempelan, pengelasan dan sebagainya.

contoh:

perubahan bentuk secara additive

perubhan bentuk secara additive

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s