AIR MINUM

AIR MINUM

air minum

Air minum ialah air yang dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga, mencakup keperluan minum, mandi, mencuci dan memasak. Agar air minum tidak mengganggu kesehatan manusia, maka air minum yang digunakan harus memenuhi syarat – syarat kelayakkan fisik, kimia dan bakteeriologis yang telah ditentukan oleh department kesehatan.

Syarat – syarat fisik air minum ialah :

  1. Harus jernih, bersih dan tidak berwarna.
  2. Tidak berbau dan tidak mempunyai rasa.
  3. Suhu air kira – kira sama dengan suhu kamar, yaitu antara 100 – 250 C, sehingga air minum tidak terlalu dingin tapi memberi rasa segar.

Syarat – syarat kimia air minum antara lain ialah, terbebasnya air dari :

  1. Asam arang ( CO2 ), karena sifatnya agresif menimbulkan kerusakkan pipa logam.
  2. Asam Nitrat ( NO2 ) dan Asam Amoniak ( NH4 ), karena zat – zat ini menujukkan adanya kotoran bahan – bahan organik.
  3. Timah ( Pb ), karena zat ini beracun.
  4. Kadar Besi ( Fe ) < 0.2 mg / liter.
  5. Kadar Seng ( Zn ) < 5 mg / liter.
  6. Kadar Garam ( Ca ) dan Magnesiun ( Mg ) antara 50 – 100 mg / liter.
  7. Air minum harus mengandung Yodium.

Syarat – syarat bakteriologis air minum ialah :

Air minum harus terbebas dari segala bakteri dan virus yang dapat menimbulkan dampak kesehatan bagi manusia.

Sumber – sumber air.

Sumber – sumber air minum dapat diambil dari beberapa sumber :

  1. Air hujan

Air yang berasal dari penguapan air laut, kemudian diturunkan kembali melalui hujan.Air hujan ini bersih tidak mengandung kuman, dapat diminum meskipun tidak mengandung mineral – mineral.

  1. Air tanah

Air yang berasal dari tanah hasil penyerapan air hujan oleh tanah.Air tanah ini dapat ditemui dikedalaman > 3 meter diatas permukaan tanah dan biasanya air tanah ini cukup bersih.

  1. Air dari permukaan tanah

Air yang berasal dari penampungan hasil hujan atau berasal dari mata air.Umumnya air permukaan ini tercampur kotoran, maka dari itu air permukaan ini belum bisa diminum.

Tetapi kalau saja kita memperhatikan secara seksama, cadangan air tanah di daerah padat penduduk, khususnya DKI Jakarta semakin berkurang. Akibat dari pembangunan yang tidak memperhatikan lahan hijau sebagai tempat resapan air hujan. Oleh karena itu kita tidak heran apabila setiap musim hujan Jakarta selalu terkena banjir. Mungkin dari tulisan sederhana ini penulis bisa mengingatkan kepada diri saya sendiri dan pembaca akan pentingnya lahan hijau.

Terima kasih.

Sumber :

Buku Pengantar Ilmu Bangunan, ole Ir. Rudy gunawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s